Jumat, 24 Juni 2011

Adventure in Europe


Intro
Istilah Intro sebenarnya untuk musik dan lagu; dua hal yang saya cintai selain gunung dan perjalanan. Keriga hal ini selalu mewarnai trip-trip saya melanglang ke negeri orang.

IJP Journalists in Berlin
Tahun 2003, saya mendapat berkat ajaib dari Tuhan berupa beasiswa magang di negara idaman saya sejak masa SMA, Jerman. International Journalist Programme (IJP) ini membuat saya bisa bekerja di sebuah harian ekonomi disana, seraya melakukan perjalanan-perjalanan hingga ke negara Eropa lainnya.

Hobi saya melakukan perjalanan setengah petualangan kali ini sangat berwarna. Oh ya, tahun 2001 pun saya sudah berpetualang sendirian ke Jerman, Perancis dan Swiss. Lain waktu akan saya ceritakan. Tanpa saya sadari saya sudah melakukan kegiatan backpacker pada masa kata itu belum sepopuler sekarang, dan belum banyak buku tentangnya di Indonesia.

Swiss 2001
Selama program IJP, sebagai pengganti buku harian, saya menulis email setiap beberapa hari sekali untuk banyak saudara sepupu, sahabat dan teman. Foto-foto belum semua saya pindai, namun akan saya masukkan sambil menyelesaikan serial email ini.

Saya sangat bersyukur memiliki sepupu-sepupu dan sahabat yang masih menyimpan email-email "koboy" tersebut setelah sekian tahun. Terimakasih untuk adikku, Sihar Nababan dan sepupuku Anton Tobing dan sahabat yang sudah mengirimkannya kembali pada saya. Semua email cukup saya copy paste, ditambah beberapa editan untuk kenyamanan membaca.

Spring 2003 di Salzbergen 
Untuk fotografi, baik dalam perjalanan tahun 2001 maupun 2003 saya hanya berbekal kamera sederhana, pinjaman pula. Saudara, teman dan orang asing yang baik hati terkadang menolong untuk memotretkan saya. Saat di Jerman kamera saya malah sempat rusak dan harus masuk bengkel. Sebagai gantinya saya membeli, ya..membeli --di saat saya butuh uang-- dalam mata uang Euro, sebuah kamera digital yang jaman itu belum kondang sama sekali. Masih pakai tenaga batere AA pula. Dan cepat habis hanya dalam beberapa kali jepret. Lalu saya harus beli charger baterenya. OMG!

Alhasil, hanya sedikit sekali foto digital yang ada. Selebihnya adalah puluhan album foto-foto hasil cetakan. Belum lagi beberapa film yang 'lenyap' sebelum dicetak. Ada yang hilang entah terselip dimana, isinya foto-foto di Spanyol. Ada yang lupa saya ambil di tukang cuci cetak di jalan Sabang saking lamanya tidak kembali ke sana. Lalu hasil jepretan teman IJP saya yang tinggal di Thailand menggunakan kamera digitalnya belum juga dikirim --seperti janjinya-- hingga saat ini! Padahal di kameranya banyak sekali foto kami saat berkunjung ke istana Postdam, Weimar, camp konsentrasi Buchenwald, dan beberapa tempat lainnya. Namun saya yakin dengan foto-foto di blog ini yang semua hasil bidikan saya --selama tidak ada foto diri saya di dalamnya-- dapat menambah wawasan para pembaca blog yang budiman.

Harapan saya, semakin banyak jurnalis Indonesia, muda maupun tua, freelance maupun bukan; dapat menikmati beasiswa semacam ini. Para backpackers dan petualang, semoga menambah inspirasi. Bagi yang ngga doyan jalan, hare gene masih ngga doyan??? Hehehe...

Selamat menikmati ya.





Tidak ada komentar: